.
Hasil Perhitungan Suara KPU Kabupaten Blora pada Pemilu Kada 2010 ....No urut 1 Yudhi-Hestu: 197.277 suara ..... No urut 2 Warsit-Lusiana: 39.445 suara ..... No urut 3. Joko Nugroho-Abu Nafi: 243.715 suara...

Sabtu, 13 Juni 2009

Media Center KPU Pusat


Surat Suara Pilpres akan Selesai Tepat Waktu 

Jumat, 12 Juni 2009 04:51
Jakarta, Mediacenter.kpu.go.id--Untuk mengetahui dan melihat proses pencetakan surat suara Pilpres 2009, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Aziz dan Andi Nurpati meninjau pabrik PT Ganeca Exact (Cibitung) dan PT Dian Rakyat (Jakarta). 

Dalam jumpa pers di kedua pabrik tersebut, Aziz optimis bahwa tenggat waktu 15 hari dalam kontrak antara KPU dengan perusahan percetakan untuk proses pencetakan sekaligus distribusi surat suara dapat terealisasi.

“Kami mohon bantuan agar distribusi untuk daerah yang sulit terjangkau lebih didahulukan. Tanggal 23 Juni seluruh pekerjaan ini sudah selesai, sehingga ada tenggat waktu untuk mensortir dan mengganti jika ada kerusakan,” tambah Aziz.

Bukan hanya distribusi surat suara, tetapi juga formulir-formulir yang disediakan olej KPU provinsi. Pengirimannya harus sejalan dan sinkron dengan logistik yang dikirimkan oleh pusat. Dengan cara seperti itu KPU Provinsi bisa mendistribusikan dengan lebih terkontrol lagi. 

Untuk kelancaran, Aziz juga menambahkan monitoring dan pelaporan melalui jaringan-jaringan internet atau komunikasi lainnya pun harus terus dilakukan. Sistem pelaporan monitoring inipun telah disosialisasikan kepada KPU di daerah.

Senada dengan Aziz, Andi Nurpati mengatakan melihat proses dan kapasitas yang dimiliki oleh percetakan-percetakan, KPU yakin tenggat waktu akan dapat dipenuhi oleh semua perusahaan percetakan.

Direktur Utama PT Ganeca Exact Ketut Suardhana Linggih mengatakan sampai tanggal 10 Juni 2009 (malam) jumlah surat suara yang sudah tercetak adalah sebanyak 13.225.284 dari 40 juta surat suara yang ditargetkan. “Surat suara untuk Kalimantan sudah selesai dan sebagian sudah dikirim, saat ini surat suara untuk daerah Jawa Barat sedang dalam pencetakan,” kata Ketut.

Sedangkan Lukmanul Hakim Adam Direktur Marketing PT Dian Rakyat mengatakan, perusahaannya optimis bisa memenuhi target yang ditentukan KPU dengan kapasitas mesin yang mampu mencetak 3,6 juta surat suara per hari. “Besok pagi sudah mulai dilakukan pengiriman ke Bangka Belitung dan dijadwalkan pengiriman akan selesai sebelum tanggal 22 Juni atau 21 Juni,” tambah Lukman.***


Orasi 3 Pasangan Capres-Cawapres dalam Deklarasi Pemilu Damai 

Jumat, 12 Juni 2009 01:11 


Jakarta, mediacenter.kpu.go.id--Tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2009 yang memasuki tahapan kampanye dalam bentuk rapat umum telah dimulai. Untuk mensukseskan keseluruhan tahapan Pilpres, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Deklarasi Pemilu Damai “Pemilu Dalam Persaudaraan”, di Jakarta.


Acara yang dihadiri oleh ketiga pasangan capres-cawapres tersebut ditandai dengan pengucapan deklarasi damai dan penandatanganan prasasti oleh ketiga pasangan capres-cawapres.


Dalam sambutannya Ketua KPU H.A. Hafiz Anshary mengatakan bahwa siapapun kelak yang akan menang, hendaknya pihak yang kalah dapat berbesar hati dan mendukung pemenang untuk membangun bangsa, Karena menang atau kalah kita semua adalah bersaudara.


“Deklarasi damai ini menunjukkan satu tekad dan juga pemersatu bangsa, dan membuktikan bangsa ini tidak terkotak-kotak,” ujar Hafiz.


Acara tersebut, diisi dengan penampilan kesenian dan orasi dari ketiga pasangan capres-cawapres. Sebagai pasangan nomor urut 1, Megawati-Prabowo menampilkan kesenian daerah dan monolog dari seniman Butet Kertaredjasa. Dalam orasinya, Megawati mengungatkan suksesnya pemilu ditentukan oleh jaminan atas hak aspirasi rakuat untuk memberikan suaranya.


“Pemilu harus berjalan jujur, adil, transparan dan tidak ditentukan oleh campur tangan penguasa. KPU harus bertugas sebagai fasilitasor untuk bersikap tegas dan netral,” ujar Megawati.


Senada dengan Megawati, Prabowo mengatakan segala bentuk pelanggaran dalam pemilu adalah pelanggaran terhadap konstitusi.


Sedangkan pasangan nomor urut 2, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dalam orasinya mengatakan pemilu adalah sebuah regularitas demokrasi dimana rakyat bisa menyampaikan hak pilihnya. “Jangan golput. Semoha semua pemilu berjalan langsung, jujur, bebas, dan rahasia serta tertib dan damai,” ujar SBY. 


SBY dan Boediono juga mengingatkan kepada pasangan yang lain agar berkompetisi dengan penuh etika dan tetap terus menjalin silaturrahim. “Kita berharap suasana kompetisi dapat memberikan suri tauladan kepada rakyat sebagai bangsa yang santun dan menghargai satu sama lain,” tambah Boediono.


Sedangkan pasangan nomor urut 3, Jusuf Kalla-Wiranto menyampaikan harapan agar hasil pemilu yang akan datang ditunjukkan dnegan terbentuknya pemerintahan yang baik. “Pemerintahan yang baik dan dipercaya, dibentuk dengan kejujuran,” ujar Jusuf Kalla.


Wiranto menambahkan jabatan yang nanti ditentukan oleh rakuat adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. “Rakyat harus dapat memilih dengan hati nurani, agar hari esok dapat lebih baik,” tambah Wiranto.**


Deklarasi Pemilu Damai 2009 – Pemilu dalam Persaudaraan


Kami calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu 2009



Dengan semangat persatuan dan persaudaraan menyatakan siap menciptakan pemilu yang aman, tertib, dan damai demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan bangsa serta terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Jakarta, 10 Juni 2009

1. Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto

2. Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono

3. Jusuf Kalla-Wiranto


Kamis, 11 Juni 2009



[ Jum'at, 12 Juni 2009 ] 
Kampanye Terbuka Pilpres 2009 Resmi Dimulai 
Mega Luncurkan 40 Mobil Ajaib, SBY ke Pasar, JK Pulang Kampung 

JAKARTA - Kampanye terbuka pemilihan presiden (pilpres) 2009 secara resmi dimulai kemarin. Para kandidat langsung tancap gas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin siang mengunjungi Pasar Tanah Abang. Kedatangan SBY ke Pasar Tanah Abang itu secara resmi tak bisa disebut kampanye. Sebab, jika kampanye, SBY seharusnya mengambil cuti. Padahal, kemarin SBY belum mengambil cuti kampanye.

Meski demikian, aktivitas SBY kemarin tak jauh dari aroma kampanye. Misalnya, sebelum ke Pasar Tanah Abang, paginya, SBY menerima pengurus Al Irsyad, salah satu ormas Islam. Meski tidak secara eksplisit, pertemuan itu mengindikasikan bahwa Al Irsyad mendukung SBY dalam pilpres 8 Juli nanti.

Setelah itu, SBY dan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono sekitar pukul 13.15 tiba di Pasar Tanah Abang. Di sana mereka mengikuti syuting talk show Capres Masuk Pasar atas undangan salah satu stasiun televisi swasta. SBY datang di Pasar Tanah Abang Blok A. Begitu tiba, SBY disambut ribuan orang yang terdiri atas pedagang dan pengunjung pasar. Sebagai capres, SBY tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menyapa dan bersalaman dengan masyarakat.

SBY mengatakan, sebenarnya dirinya malu datang ke pasar menjelang pilpres. Publik pasti menilai hanya mencari simpati. ''Padahal, saya sering datang ke pasar,'' kata capres yang diusung Partai Demokrat, PKS, PKB, PAN, PPP, dan 18 parpol nonparlemen tersebut.

Pasar tradisional, menurut SBY, merupakan tulang punggung perekonomian nasional. ''Karena itu, saya mengeluarkan keppres untuk melindungi pasar tradisional dari persaingan dengan hypermarket,'' jelasnya.

Sebelumnya, SBY dari Kantor Presiden sempat menelepon Siti Hajar, TKI yang disiksa majikannya di Malaysia. Selama 5 menit, SBY berbicara dengan Siti Hajar dan keluarganya yang berada di rumah sakit di Kuala Lumpur. Kebetulan saat itu pejabat KBRI sedang menjenguk Siti Hajar.

Agenda SBY terakhir kemarin adalah membuka Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo Kemayoran. Ini merupakan agenda rutin SBY setiap tahun sebagai presiden untuk membuka even yang dihelat untuk menyambut ulang tahun Jakarta.

Jika SBY masuk pasar, capres Megawati Soekarnoputri kemarin meluncurkan 40 mobil magic box (mobil boks ajaib) di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Mobil magic box yang diluncurkan Megawati kemarin dimaksudkan untuk mendukung pencitraan pasangan capres-cawapres yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan tujuh parpol nonparlemen tersebut. Cara ini melanjutkan strategi pencitraan yang dilakukan Gerindra saat kampanye pemilu legislatif yang dinilai berhasil. Saat itu, Gerindra yang merupakan parpol baru berhasil meraup 4,46 persen suara.

''Waktu itu, kami hanya mengedarkan lima unit magic box di sekitar Jabodetabek,'' kata Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon di kediaman Megawati kemarin (11/6). 

Penampilan magic box secara keseluruhan tak berbeda dengan mobil boks biasa. Tapi, mobil-mobil itu dimodifikasi sehingga tiga sisinya -kiri, kanan, dan belakang- bisa digunakan untuk memasang slide materi kampanye.

Fadli yang juga sekretaris umum Tim Nasional Kampanye Mega-Prabowo menyebutkan, 60 unit magic box akan disebar. Mobil-mobil itu bertugas untuk menyebarkan pamflet dan aktribut kampanye yang lain. Termasuk juga mendukung aksi pengobatan rakyat. ''Tapi, hari ini kami melepas 40 unit dulu,'' ujarnya.

Peluncuran mobil magic box juga dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP PDI Perjuangan Taufiq Kiemas dan Sekretaris II Tim Kampanye Nasional Hasto Kristiyanto. ''Jangan lupa makan dan jaga kesehatan. Sebab, mobil-mobil ini akan diputarkan ke seluruh Jawa dan Sumatera agar masyarakat semakin mengerti apa yang kami lakukan kalau terpilih,'' pesan Mega sebelum melepas puluhan sopir magic box.

Fadli menjelaskan, setiap sisi magic box bisa menampilkan slide delapan materi kampanye secara berganti-ganti. Ada juga perangkat sound system, kamera dalam dan luar, lampu LED (light emitting dioda) yang menyala pada malam, dan GPS tracking system. ''Dengan begini, keberadaan setiap mobil dapat dipantau,'' ujarnya.

Berapa anggaran yang dikeluarkan untuk mobil-mobil itu? ''Mobil ini ada yang sewa, ada juga yang dari donasi. Saya tidak tahu detailnya. Tapi, nanti pasti dilaporkan,'' jawab Fadli.

Supervisor Advisor Magic Box Soetrisna menuturkan, di antara seluruh mobil itu, hanya sembilan yang sewa. Sisanya merupakan milik cawapres Prabowo. Dalam sehari, setiap mobil harus berkeliling 14 jam di rute yang telah ditetapkan. ''Kalau yang sewa, harganya sekitar Rp 150 juta,'' ujarnya. 

Di antara tiga pasangan capres-cawapres, hanya pasangan Jusuf Kalla (JK)-Wiranto yang langsung menggeber kampanye terbuka. Lokasi yang dipilih juga tidak sembarangan. Yakni, Kota Makassar yang merupakan kampung halaman JK. Di dampingi istri masing-masing, JK-Wiranto tampil sepanggung, menyapa masyarakat Sulawesi Selatan di Lapangan Karebosi, Kota Makassar. Di hadapan massa yang mengelu-elukannya, JK yang kemarin mengambil cuti itu menjanjikan pertumbuhan ekonomi dua kali lipat daripada kondisi sekarang. Dia yakin target, itu bisa dicapai melalui percepatan program di bidang ekonomi. 

Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5-6 persen. Dalam lima tahun kepemimpinannya ke depan, JK yakin bisa menaikkan tingkat pertumbuhan 10-12 persen.

Selain menjanjikan pertumbuhan ekonomi, JK berjanji mengatasi pengangguran. Dia menyatakan, salah satu masalah besar bangsa Indonesia adalah masih banyaknya warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Masalah pengangguran itu menjadi salah satu prioritas dalam program ekonomi JK-Wiranto jika berhasil memenangi pilpres 2009. JK menegaskan, semua warga berhak berpenghasilan dan hidup layak di negeri ini.

Dia yakin mampu membawa Indonesia lebih maju. Sebab, tiga masalah terbesar bangsa Indonesia berhasil diatasi saat dirinya masih menjabat wakil presiden. Dengan posisi sebagai presiden, dia memiliki kewenangan lebih besar.

''Apakah ada yang lebih hebat daripada masalah konflik, ekonomi, dan sosial? Kami berdua (dengan SBY, Red) telah mampu menyelesaikan konflik Aceh, Ambon, dan Poso secara baik,'' ungkapnya disambut aplaus hadirin. ''Kami tidak mungkin tinggalkan bangsa ini dalam keadaan terpecah-belah,'' lanjutnya.

JK-Wiranto juga berjanji memberikan bantuan modal kepada para pengusaha muda. Menurut dia, merekalah yang akan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa ke depan. JK-Wiranto juga berjanji memperhatikan kepentingan mahasiswa.

Pasangan nomor urut 3 itu juga berjanji tidak melakukan korupsi selama pemerintahannya. ''Alhamdulillah, saya dan Pak Wiranto tidak perlu lagi cari macam-macam. Saya sudah punya rumah di Makassar,'' ujarnya.

Bukan hanya itu, JK juga menjamin harmonisasi antar berbagai etnis jika dipercaya memimpin bangsa ini. Semua pemeluk agama, kata dia, berhak hidup aman dan damai di bumi Indonesia. 

Dia lantas memperkenalkan diri dan keluarganya yang mewakili berbagai daerah di Nusantara. JK berasal dari Sulsel dan istrinya, Mufidah, dari Sumatera. Wiranto berasal dari Jogjakarta dan istrinya, Uga Wiranto, dari Gorontalo. ''Jadi, apa lagi? Kami pasangan Nusantara,'' ungkap capres yang diusung Partai Golkar, Hanura, dan PKNU tersebut.

Dalam orasinya, beberapa kali JK menggunakan bahasa Bugis dan Makassar. ''Ngapai, bajik-bajik ngasengji. Apa ntu kareba? Kalau Anda percaya kepada kami, tena kupakasiriki. Kammanjo?'' katanya.

Pada pilpres 2004, saat berpasangan dengan SBY, mereka menang 93 persen di Sulsel. Nah, pada pilpres 2009 dengan status calon presiden, JK memohon restu dan dukungan warga Sulsel agar bisa menang dengan persentase yang lebih besar.

''Kami mohon dukungan Anda. Anda hanya kerja satu menit di TPS, kami akan bekerja mati-matian selama lima tahun,'' tegasnya. (pri/tom/sap/jpnn/nw)


Lintas Muria - KAMPANYE


Mega-Pro Awali Laporan 

BLORA - Belum semua tim kampanye capres-cawapres melaporkan keberadaannya. Hingga kemarin, KPU Blora baru menerima laporan susunan tim kampanye Mega-Pro. 

Anggota KPU Blora yang membidangi kampanye, Sudarwanto, mengemukakan, pemberitahuan tim kampanye Mega-Pro di Blora diterimanya Senin (8/9). Berdasarkan laporan itu, tim kampanye Mega-Pro diketuai Hartomi Wibowo yang juga ketua umum DPC PDI-P Blora.

Sejumlah pengurus PDI-P dan Gerindra masuk ke dalam tim kampanye Mega-Pro di Blora. Sudarwanto mengaku telah menghubungi ketua partai yang mendukung capres-cawapres lainnya untuk segera menyerahkan laporan tim kampanye ke KPU. ‘’Kami mendapatkan jawaban, tim kampanye masih disusun ataupun belum mendapatkan SK dari provinsi,’’ ujarnya. 

Terpisah, Ketua Partai Demokrat (PD) Blora Bambang Susilo mengemukakan, pemberitahuan tim kampanye itu akan dilakukan hari ini setelah SK ditandatangai tim kampanye provinsi.

Ketua Partai Hanura Blora Edi Harsono menyebutkan, tim kampanye JK-Win di Blora masih disusun sehingga belum dilaporkan ke KPU. 
Menurutnya, tim kampanye tersebut akan diketuai (H18-69)


Sabtu, 06 Juni 2009

Harian Nasional -DEBAT PERTAHANAN





Politika
[ Sabtu, 06 Juni 2009 ]
KPU Didesak Masukkan Isu Pertahanan dalam Debat Capres
JAKARTA - Memanasnya masalah batas wilayah Indonesia-Malaysia di Ambalat hingga kasus Manohara Odelia Pinot telah menimbulkan keprihatinan banyak pihak atas kondisi kedaulatan bangsa saat ini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) didesak untuk memasukkan isu pertahanan ke dalam materi debat capres-cawapres mendatang.

Mantan Mendagri Letjen (pur) Syarwan Hamid menilai, masalah tersebut termasuk yang harus menjadi perhatian lebih pemerintah mendatang. Tujuannya, agar harkat dan martabat bangsa tidak terus diremehkan bangsa lain. "Saya rasa perlu, bahkan wajib, topik pertahanan ini masuk dalam materi debat," ujar Syarwan saat berdiskusi di gedung DPD, Senayan, Jakarta, kemarin (5/6).

Dia menyatakan, publik perlu tahu konsep dan program masing-masing kandidat capres-cawapres terhadap masalah pertahanan. Kandidat yang memiliki kemandirian pertahanan keamanan yang paling nyatalah yang harus dipilih masyarakat. "Jadi, bukan sekadar topik ekonomi," tambah mantan Kassospol ABRI itu.

Sebab, menurut dia, pertahanan merupakan benteng utama kekuatan ekonomi bangsa. "Tanpa kemandirian di bidang pertahanan, pembangunan apa pun tidak akan ada artinya. Kita akan sangat mudah dijajah," pungkasnya.

Dalam debat capres-cawapres yang sedianya dilaksanakan KPU mulai 18 Juni nanti, materi yang khusus membicarakan konsep pertahanan memang belum dimasukkan.

KPU baru menyiapkan materi tentang strategi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum; strategi mengatasi kemiskinan, pengangguran, serta ketahanan pangan; dan fokus kebijakan pembangunan lima tahun ke depan beserta konsep dan strateginya.

Ada pula materi soal peningkatan mutu pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, keharmonisan kehidupan dalam keberagaman, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pengelolaan lingkungan hidup.

Materi debat itu merupakan hasil kesepakatan antara KPU dan perwakilan nasional tim kampanye capres-cawapres. Anggota KPU Andi Nurpati menyatakan, setelah kesepakatan itu, KPU tengah menyempurnakan formulasinya dalam pleno internal. "Banyak pihak yang mendukung debat, tentu ini positif," kata Andi.

Setelah kesepakatan itu, masih banyak usul yang disampaikan ke KPU. Beberapa hari ini, KPU menerima begitu banyak surat tertulis, bahkan SMS, terkait usul debat. "Semua itu akan dipertimbangkan. Namun, yang terbaik dipertimbangkan, mengingat waktunya terbatas," terangnya.

Sementara itu, aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menyoroti isu yang diusung capres-cawapres yang hanya berkutat pada ekonomi neoliberalisme versus ekonomi kerakyatan. Di antara tiga capres-cawapres, lanjut Danang, hanya pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono yang menyinggung pentingnya pemberantasan korupsi. Itu pun tidak dijabarkan lebih detail. Hanya dimasukkan ke agenda besar penegakan hukum dan penciptaan pemerintahan yang bersih.

"Terus terang saja, saya kecewa pasangan yang lain tidak memunculkan korupsi dan reformasi birokrasi serta good governance dalam agenda dan program-programnya. Program ekonomi kerakyatan itu bagus, tapi kalau tidak diiringi upaya pemberantasan korupsi, program itu tak bisa sampai ke rakyat," ujar Danang. (dyn/bay/agm)

Jumat, 05 Juni 2009

Lintas Muria - AUDIT CALEG


Hasil Audit Tak Ganjal Caleg Terpilih

BLORA - Para calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPRD Blora tinggal menunggu waktu pelantikan. Tidak ada lagi permasalahan internal pemilihan umum yang mengakibatkan mereka urung dilantik. Hal itu setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora mengumumkan hasil audit dana kampanye partai politik (parpol) peserta Pemilu Legislatif 2009, kemarin. 

Ketua KPU Blora, Moesafa mengatakan, berdasarkan asil audit dari kantor akuntan publik (KAP) tersebut, tidak satu pun parpol yang melanggar ketentuan asal usul dan penggunaan dana kampanye. Dia mengatakan, audit dana kampanye sangat penting. 
Berdasarkan ketentuan, jika dana kampanye parpol yang di dalamnya berisi pula laporan dana kampanye caleg, dinyatakan bermasalah maka caleg yang terpilih bisa dianulir. 

‘’Karena hasil audit dana kampanye tidak ada masalah, berarti caleg yang terpilih tinggal menunggu waktu dilantik,’’ ujarnya kemarin. Hanya saja, menurutnya, ada satu lagi permasalahan internal pemilu yang bisa menggagalkan pelantikan. (H18-54)


Selasa, 02 Juni 2009

Kekayaan Capres-Cawapres





KPU Umumkan Dana Kampanye Capres-Cawapres 

Selasa, 02 Juni 2009 07:02

Jakarta, mediacenter.kpu.go.id—Tiga pasangan capres-cawapres kemarin (01/06) menyerahkan laporan penerimaan dana kampanye kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan hari ini (02/06), KPU mengumumkannya di hadapan wartawan dalam jumpa pers di Media Center KPU, Jakarta. 

Dalam jumpa pers di Media Center KPU (02/06), Ketua KPU, A. Hafiz Anshary menyatakan bahwa KPU mempunyai kewajiban untuk mengumumkan dana kampanye tersebut kepada masyarakat. Sesuai dengan UU No.42 tahun 2008, capres dan cawapres yang sudah ditetapkan oleh KPU harus menyerahkan laporan penerimaan dana kampanye selambat-lambatnya satu hari menjelang masa kampanye dan satu hari setelah pelaksanaan masa kampanye.

“Tanggal satu Juni kemarin, KPU sudah menerima laporan penerimaan dana kampanye tersebut,” kata Hafiz yang didampingi oleh Anggota KPU Endang Sulastri dan Andi Nurpati.

Pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto melaporkan dana kampanye sebesar Rp 20.005.000.000,00, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono melaporkan sebesar Rp 20.300.010.000,00, dan pasangan M.Jusuf Kalla-Wiranto sebesar Rp 10.250.000,00.

Laporan tersebut juga dilengkapi dengan sumber-sumber pendanaannya. Untuk pasangan Mega-Prabowo, penyumbang terbesar berasal dari kedua kandidat, dengan rincian Prabowo sebesar Rp 15 miliar dan Megawati sebesar Rp 5 miliar.

Untuk pasangan SBY-Boediono, berasal dari partai, badan usaha dan atas nama pribadi. Penyumbang terbesar pasangan ini adalah PT. Sohibul Barokah sebesar Rp 5 miliar.

Sementara pasangan JK-Wiranto disumbang oleh partai pengusung pasangan ini, dengan rincian, Partai Golkar sebesar Rp 7 miliar dan Partai Hanura sebesar Rp 3 miliar. 

Hafiz menambahkan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap batas besaran dana sumbangan. Penyumbang di luar kandidat dan partai untuk sumbangan atas nama pribadi batas sumbangan sebesar Rp 1 miliar dan untuk badan usaha maksimal Rp 5 miliar.**


Pemilih Presiden Bertambah 5 Juta Orang 

Senin, 01 Juni 2009 02:14 

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum menetapkan bahwa daftar tetap calon pemilih presiden sebanyak 176,36 juta dengan 1,13 juta diantaranya berada di luar negeri. Jumlah ini meningkat lebih dari lima juta dibanding pemilih legislator yang jumlahnya 171,2 juta jiwa.

Anggota Komisi Pemilihan, Andi Nurpati Baharuddin, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Ahad (31/5), mengatakan, "Terjadi peningkatan dibandingkan jumlah pemilih dalam daftar pemilih pada pemilihan legislator."

Pemilih terbanyak berada di Jawa Barat dengan 30 juta, disusul Jawa Timur (29,7 juta orang), dan Jawa Tengah (26 juta). Provinsi dengan pemilih paling sedikit adalah Papua Barat yang hanya 587 ribu orang.

Komisi pusat, kata Andi, tetap meminta Komisi Pemilihan di daerah mengecek lagi daftar pemilih di daerahnya. Pasalnya, bisa saja terjadi kesalahan di daerah yang mengakibatkan perubahan suara di tingkat pusat.

Menurut Andi, lembaganya telah berusaha maksimal dalam penyusunan daftar pemilih tetap pemilihan presiden. Misalnya, dengan sosialisasi secara masif dan juga dengan pemutakhiran data door to door. "Upaya kami kami sudah cukup maksimal," ujarnya.

Komisi Pemilihan juga menetapkan jumlah tempat pemungutan suara sebanyak 451 ribu, termasuk 321 buah di luar negeri.


Senin, 01 Juni 2009

Radar Bojonegoro- SENGKETA PEMILU


[ Senin, 01 Juni 2009 ] 
Tunggu Putusan MK 
BLORA - Selangkah lagi kasus gugatan sengketa pemilu antara pemohon DPC PDIP Blora dengan termohon KPU pusat dan turut termohon KPUD Jawa Tengah dan KPUK Blora bakal tuntas. Sebab, masing-masing pihak telah menjalani dua kali sidang. Sehingga, sidang ketiga nanti diperkirakan bakal mengagendakan pembacaan putusan majelis hakim di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPUK Blora Moesafa mengatakan, pada sidang kedua yang dilaksanakan 27 Mei lalu memiliki dua agenda. Yakni, mendengarkan keterangan saksi dan pembuktian. ''Jadi, masing-masing pihak menyetorkan bukti rekapitulasi yang dimiliki,'' ujar dia kepada wartawan koran ini kemarin.

Masing-masing pihak, lanjut Safa, tetap bersikukuh pada hasil rekap masing-masing. Yakni, pihak pemohon menggunakan hasil rekapitulasi yang dimiliki internal partai. Sementara, pihak termohon danturut termohon membeber hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten.

Lantas? Menurut Safa, dipenghujung sidang tersebut majelis hakim tidak menyebut kapan waktu sidang berikutnya. hal iniberbeda dengan saat sidang pertama 20 Mei lalu. Dimana, saat itu majelis hakim menyatakan sidang akan dilanjutkan pada tanggal 27 Juli. ''Kami hanya diberitahu bahwa pelaksanaan sidang berikutnya akan diinformasikan melalui telepon,'' tuturnya.

Safa menjelaskan, permohonan gugatan yang diajukan DPC PDIP Blora itu terkait perbedaan hasil rekapitulasi pemungutan suara di Daerah Pemilihan (dapil) IV. Khususnya di Kecamatan Banjarejo. Dimana, lanjut dia, terdapat selisih sekitar 30 suara antara hasil rekap yang dimiliki KPUK dan DPC PDIP setempat.

Berdasarkan klaim rekap yang dimiliki DPC PDIP itu, lanjut dia, mestinya PDIP mendapat tambahan satu kursi hasil suara sisa terakhir di dapil setempat. Sebaliknya, sesuai hasil rekap KPUK, kursi sisa terakhir di dapil tersebut menjadi milik PPDI. Namun, saat ditanya rincian perolehan suara masing-masing parpol tersebut serta hasil rekap KPUK, Safa mengaku tidak ingat. (dim)