.
Hasil Perhitungan Suara KPU Kabupaten Blora pada Pemilu Kada 2010 ....No urut 1 Yudhi-Hestu: 197.277 suara ..... No urut 2 Warsit-Lusiana: 39.445 suara ..... No urut 3. Joko Nugroho-Abu Nafi: 243.715 suara...

Kamis, 22 April 2010

Tabloid Asli Blora - Nomor Urut CABUP & CAWABUP



YES nomor 1 - WALI nomor 2 - KOLBU nomor 3
Pengundian nomor Urut Warsit tebar Psy War

Tidak seperti suasana diluar Gedung PKPRI Blora, tempat pengundian nomor urut calon Blora satu dan Blora dua, yang penuh sorak sorai dari pendukung calon masing-masing saat jagonya masuk.

Justru saat didalam gedung tiga pasangan cabup-cawabup Blora duduk tenang di kursi paling depan yang disediakan KPUK setempat. Mereka duduk didampingi tim pemenangannya masing-masing. Di belakang mereka, puluhan pendukung juga duduk di kursi undangan.

Pasangan Yudhi Sancoyo-Hestu Bagiyo (Yes) mendapat jatah kursi paling depan di sebelah kanan. Kursi tengah diduduki pasangan Warsit-Lusiana (Wali). Sedangkan pasangan Djoko Nugroho-Abu Nafi (Kolbu) di sebelah kiri.

Di sela-sela menunggu pelaksanaan pengundian, Warsit, cabup yang diusung PDIP, terus berkelakar. Dia seakan ingin mencairkan suasana yang beku. Warsit sering mengajal komunikasi Abu Nafi. Dua orang ini saling gojlok, sehingga tak jarang memancing tawa dari dua kubu. Salah satunya yang dibahas adalah soal biaya pilkada. ''Wong modalnya sedikit kok ingin menang pilkada,'' ujar Warsit kepada Abu Nafi.


Abu Nafi pun tak mau kalah. ''Lha daripada tidak modal,'' katanya.

Warsit lalu menimpali. ''Kalau saya mencalonkan ada yang membiayai,'' jawabnya sambil tertawa, yang kemudian juga diikuti tawa dari para pendukungnya.

Guyonan itu memang bisa mencairkan suasana. Tak jarang Warsit meneriakkan yel-yel yang diikuti para pendukungnya. Suasana cair yang ditunjukkan dua pasangan ini tak mampu memancing pasangan Yes. Yudhi dan Hestu tetap tenang. Keduanya memilih diam saja saat pasangan lain saling gojlok. Pasangan ini serius mengikuti acara, sehingga hampir tak berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Sementara itu, di luar gedung PKPRI, tempat digelarnya acara, para pendukung calon menunggu pengumuman hasil pengundian. Bahkan, para ibu memilih duduk lesehan di atas trotoar. Mereka setia menunggu acara hingga usai di atas gelaran karpet yang dibawa dari rumah.

Senin (19/4) masing-masing pasangan membawa pendukungnya dengan atribut khusus. Pasangan Wali misalnya dikawal dan diriingi ratusan santri. Pasangan Kolbu melengkapi pendukungnya dengan kaus hitam bergambar pasangan ini di bagian depan. Sementara pendukung Yes mengenakan seragam baju yang bertulisan Yes.

Setelah dilakukan undian, para cabup sudah punya jawaban terkait nomor urutnya. Yudhi Sancoyo menyatakan, nomor yang didapat itu semata-mata karunia Tuhan. Menurut dia, nomor urut 1 menunjukkan kalau dia harus berjuang untuk menjadi nomor satu. ''Sebab, kepala daerah itu tidak akan bisa berbuat kalau tidak ada karunia dan kehendak Tuhan,'' katanya.

Dia tidak mempunyai firasat apa-apa terkait nomor urut 1 itu. Yudhi datang ke lokasi paling awal karena ingin tepat waktu. Semua pasangan calon diundang datang pukul 07.00. Dari tiga amplop yang dijajar KPUK, dia memilih yang tengah. ''Dan ternyata nomor satu, ini anugerah,'' katanya diamini Hestu Bagiyo.

Sementara Warsit mengaku nomor urut yang diterimanya sudah sesuai harapan. Mantan ketua DPRD Blora dua periode ini mengatakan, nomor urut 2 atau berada di tengah-tengah itu yang enak. Tengah adalah posisi yang baik. ''Karena kakbah saja berada di tengah-tengah bumi. Semoga ini menjadi berkah,'' katanya.

Warsit juga melontarkan psywar kepada dua pasangan calon lain dengan mengatakan tidak ada yang seberuntung dirinya. Menurut dia, nomor 2 dari tiga pasangan membuatnya sangat mudah untuk memperkenalkan diri kepada para calon pemilih. ''Nomor satu dibuka, nomor dua dicoblos, nomor tiga ditutup,'' katanya sambil tertawa.

Sedangkan dua pasangan lainnya hanya mesem-mesem saja menerima psywar Warsit. Dikonfirmasi terpisah, Djoko Nugroho yang mendapat nomor urut 3 mengaku semua sudah diatur Tuhan. Angka 3 yang dia peroleh dalam undian dikatakan sebagai yang terbaik. Itu juga yang terbaik untuk para pendukungnya, juga partai yang mengusung dia. ''Ini sudah diatur Tuhan,'' ujar mantan Dandim 0720 Rembang ini. (Roes)


Sabtu, 10 April 2010

Atribut Kampanye



Pol PP Awasi Pemasangan Atribut Kampanye

Blora, CyberNews. Spanduk permintaan dukungan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Blora kini tak akan bisa dijumpai lagi di sejumlah lokasi terlarang.

Pasalnya hampir setiap hari petugas dari Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Blora melakukan pengawasan di lokasi tersebut. Jika dijumpai spanduk atau alat peraga kampanye lainnya, petugas tak segan-segan menurunkannya. "Tolong ditunjukan kalau memang masih ada spanduk permintaan dukungan yang dipasang di lokasi terlarang," ujar Kepala Kantor Pol PP, Slamet Wiryanto, Jumat (2/4).

Pemkab selama ini menetapkan sejumlah lokasi yang dilarang dijadikan tempat pemasangan spanduk baik spanduk komersial maupun nonkomersial. Diantaranya di sekitar alun-alun, ruas jalan protokol seperti jalan Pemuda serta bundaran Tugu Pancasila.

Menurut Wiryanto, tempat-tempat terlarang tersebut sudah bersih dari spanduk, diantaranya spanduk permintaan dukungan dari bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati. "Setiap hari kami menugaskan personel untuk melakukan pengawasan. Mereka berpatroli ke sejumlah tempat," tandasnya.

Wiryanto yang juga mantan camat Cepu menyatakan penertiban alat peraga kampanye akan dilakukan beberapa hari menjelang masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora menjadwalkan masa kampanye Pilkada dilaksanakan 17-30 Mei.

Sementara berdasarkan pemantauan, spanduk maupun striker permintaan dukungan dan foto bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati masih banyak dijumpai di sejumlah tempat. Diantarannya di tikungan jalan lapangan golf. Selain itu juga dijumpai pula stiker yang dipasang di pagar lembaga pendidikan serta rambu-rambu lalu lintas.

Divisi Kampanye KPU Blora, Sudarwanto, menyatakan hingga kini pihaknya masih menunggu surat keputusan (SK) bupati terkait lokasi kampanye dan tempat-tempat yang dilarang dijadikan lokasi kampanye.

( Abdul Muis /CN13 )

Minggu, 04 April 2010

Berkas CABUP & CAWABUP


Berkas Semua Pasangan Lengkap

BLORA - Berkas semua pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (bacabup-bacawabup) Blora yang maju dalam pilkada 3 Juni mendatang dinyatakan lengkap. Kelengkapan berkas itu disampaikan KPUK setelah menerima dan meneliti semua perbaikan berkas dari tiga pasangan bakal calon yang sudah mendaftar.

Pasangan Djoko Nugroho-Abu Nafi (Kolbu) menjadi pasangan terakhir yang mengirimkan perbaikan berkas. Pasangan ini mengirimkan berkas melalui tim pemenangannya yang datang ke KPUK kemarin (2/4) sore. Sebelumnya, pasangan Warsit-Lusiana (Wali) juga melengkapi berkasnya pada Kamis (1/4) sekitar pukul 19.00. ''Kami nyatakan semua berkas pasangan ini lengkap,'' ujar Achmad Zakki, ketua Pokja Pencalonan di KPUK Blora.

Zakki mengatakan, sejak awal KPUK bekerja 24 jam. Karena itu, meski kemarin hari libur, dia bersama Ketua KPUK Moesafa dan dua anggota lainnya, Arifin dan Siti Ruhayatin tetap ngantor. KPUK tetap melayani pasangan yang ingin mengirimkan kelengkapan berkas.

Sementara itu, pengiriman perbaikan berkas tim Kolbu dipimpin ketua tim pemenangan Gatot Pranoto. Dia didampingi Ketua DPC Partai Hanura Edi Harsono, Muhlisin (PKB), dan Naning Herlya, anggota tim pemenangan pasangan tersebut. ''Dengan lengkapnya semua berkas pasangan ini, tinggal menunggu ditetapkan saja,'' ujar Zakki.

Setelah penyerahan berkas perbaikan tersebut, lanjut dia, KPUK akan melaksanakan verifikasi terhadap semua berkas. Sebagian berkas sudah diverifikasi awal, sedangkan berkas yang dilengkapi juga akan diverifikasi lagi. Dari penelitian sementara terhadap berkas perbaikan itu, Zakki mengatakan kalau berkasnya sudah lengkap. ''Saat penyampaian kekurangan berkas
kan ada catatan, setelah catatan itu dipenuhi berkasnya dinyatakan lengkap,'' tuturnya.

Sementara itu, persiapan pengadaan logistik untuk keperluan pilkada terus dilakukan KPUK. Saat ini, lembaga penyelenggara pemilu tersebut membuka penawaran untuk lelang kartu pemilih.

Sesuai pengumuman panitia pengadaan barang/jasa yang ditempel di kantor KPUK, pelelangan umum kualifikasi kecil kegiatan barang cetak berupa kartu pemilih tersebut disediakan anggaran Rp 189,26 juta.

Jadwal pendaftaran dan pengambilan dokumen dilaksanakan hingga Senin (5/4) lusa. Sekretaris KPUK Blora Sugiyono mengatakan, panitia pengadaan barang dan jasa untuk logistik pilkada adalah para pegawai pemkab setempat yang memenuhi kualifikasi.

Menurut dia, di sekretariat KPUK, tidak ada seorang pegawai pun yang memenuhi syarat menjadi panitia. ''Kami meminta bantuan pemkab terkait personel dalam panitia pengadaan barang dan jasa logistik pilkada,'' ujarnya kemarin (2/4).

A Kaidar Ali, ketua panitia pengadaan barang dan jasa, menyatakan, proses pengadaan logistik pilkada dilakukan secara bertahap. Untuk kali pertama, kartu pemilih yang dilelangkan. ''Menyusul berikutnya kartu suara,'' katanya.

Ketua Divisi Logistik KPUK Blora Arifin menambahkan, jumlah kartu pemilih yang dibutuhkan dalam pilkada disesuaikan dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Berdasarkan penetapan yang dilakukan, DPT di Blora 688.244 orang, terdiri atas 337.607 pemilih lak-laki dan 350.637 pemilih perempuan.

Menurut Arifin, proses pengadaan logistik berupa surat suara baru akan dilaksanakan setelah KPUK menetapkan pasangan calon bupati (cabup) dan wakil bupati (cawabup). Berdasarkan pentahapan pilkada, penetapan cabup dan cawabup diagendakan 17-18 April nanti. ''Jadi, kartu pemilih dulu yang akan dicetak,'' katanya.
(ono/yan)

Kamis, 01 April 2010

LELANG PILBUP



31 Maret 2010 | 19:03 wib | Daerah


Proses Lelang Logistik Pilkada Blora Dimulai



Blora, CyberNews. Pengadaan logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora dimulai. Untuk kali pertama logistik yang dilelangkan adalah kartu pemilih.


Sesuai pengumuman panitia pengadaan barang/jasa yang ditempel di kantor Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) disebutkan bahwa pelelangan umum kualifikasi kecil kegiatan barang cetak berupa kartu pemilih tersebut dengan dana yang tersedia sebesar Rp 189,26 juta.


Adapun jadwal pendaftaran dan pengambilan dokumen dilaksanakan mulai Jumat (26/3) hingga Senin (5/4). Persyaratan peserta pengadaan diantaranya mempunyai SIUP kecil di bidang percetakan, memperlihatkan SIUP asli pada waktu pendaftaran dan bagi yang bukan direktur agar membawa surat kuasa bermaterai cukup.


Sekretaris KPU Blora, Sugiyono, menyatakan panitia pengadaan barang dan jasa untuk logistik Pilkada adalah para pegawai Pemkab Blora yang memenuhi kualifikasi.


Menurutnya di sekretariat KPU tak ada seorang pegawai pun yang memenuhi syarat menjadi panitia.


Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa, A Kaidar Ali, menyatakan proses pengadaan logistik Pilkada Blora dilakukan secara bertahap. Dia menyebut untuk kali pertama yang dilelangkan adalah kartu pemilih.


"Menyusul berikutnya kartu suara," tandasnya, Rabu (31/3).

( Abdul Muis /CN14 )

Selasa, 30 Maret 2010

Valid mana Panwas atau KPU



30 Maret 2010 | 14:39 wib | Daerah

Validitas Temuan Data Bermasalah Panwas Blora Dipertanyakan

Blora, CyberNews. Divisi Pemuktahiran Data Pemilih KPU Blora Siti Ruhayatin menyayangkan sikap Panwas yang tidak segera menyampaikan hasil temuan adanya pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang diduga bermasalah.

"Secara resmi kami sudah melayangkan surat ke Panwas untuk meminta data tersebut. Namun tidak diberikan. Yang saya ketahui alasanya menunggu petunjuk dari Bawaslu lebih dulu," katanya, Selasa (30/3).

Panwas Pilkada Wahono, membenarkan bahwa pihaknya lebih dulu melaporkan hasil temuan adanya DPT yang diduga bermasalah kepada Bawaslu.

"Setelah Bawaslu memberikan petunjuk, barulah kami akan bersikap. Termasuk kemungkinan melaporkan data tersebut kepada KPU Blora," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Panwas menemukan sebanyak 14.191 pemilih yang diduga bermasalah. Diantaranya tanpa Nomor Induk
Kependudukan (NIK) sebanyak 5.497 orang, pemilih ganda 2.746 orang, NIK ganda 5.911 orang, telah meninggal dunia 35 orang, tidak terdaftar 2 orang, pindah domisili 5 orang. Bahkan pemilih yang mengalami gangguan kejiwaan sebanyak lima
orang.

Atin, sapaan akrab Siti Ruhayatin, menyatakan jika data temuan panwas itu sudah dilaporkan ke KPU, pihaknya bisa langsung bersikap dengan mengecek kebenaran data tersebut. Ia justru mempertanyakan validitas data panwas.

Dia mencontohkan, berdasarkan informasi yang diterimanya di Kecamatan Randublatung terdapat sekitar dua ribu lebih pemilih yang diduga bermasalah. Namun setelah ditelusuri ternyata hanya sekitar 70-an orang.

Menurutnya dalam peraturan perundang-undang tidak ada keharusan penyebutan NIK di daftar pemilih. Pihaknya berinisiatif mencantumkan NIK untuk mendukung validitas data pemilih. Sementara terkait adanya pemilih ganda, Atin mengatakan pihaknya hanya akan melayangkan satu surat panggilan hadir di TPS kepada pemilih tersebut.

( Abdul Muis / CN16 )

Kamis, 25 Maret 2010

TES KESEHATAN CABUP & CAWABUP


25 Maret 2010 | 20:22 wib | Daerah

Hasil Tes Kesehatan Pasangan Calon tidak Diumumkan


Blora, CyberNews. Pokja Pencalonan KPU Blora, Achmad Zakki memastikan hasil tes kesehatan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati tidak diumumkan secara terbuka.

Menurutnya tidak ada aturan hukum yang memerintahkan KPU wajib mengumumkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut. "Kami melakukan tugas dan pekerjaan berdasarkan aturan hukum yang ada. Tidak ada kewajiban bagi kami mengumumkan hasil tes kesehatan itu," ujarnya Kamis (25/3). 

Seluruh bakal pasangan calon sebelumnya telah mengikuti pemeriksaan kesehatan di rumah sakit DR R Soetijono Blora, Selasa (23/3). Yakni pasangan Djoko Nugroho-Abu Nafi, RM Yudhi Sancoyo-Hestu Bagiyo Sunjoyo serta pasangan HM Warsit-Lusiana Marianingsih.

Pemeriksaan kesehatan menyeluruh itu merupakan syarat bagi bakal pasangan calon mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pemeriksaan kesehatan dilakukan sejumlah dokter spesialis yang diminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Blora.

Diantaranya dokter spesialis mata, syaraf, patologi klinik, penyakit dalam, jiwa, bedah, dan spesialis obgyn. Sementara untuk pemeriksaan pap smear bagi bakal calon wakil bupati perempuan dilakukan di rumah sakit Islam Solo. 

Menurut Zakki, berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan, hasil pemeriksaan kesehatan itu akan diterima KPU pada hari Jumat (26/3) atau Sabtu (27/3).
( Abdul Muis / CN14
)


Sabtu, 20 Maret 2010

WALI Cabup & Cawabup PDIP


[ Sabtu, 20 Maret 2010 ]
PDIP Usung Wali
BLORA - Teka-teki siapa bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang diusung PDIP Blora terjawab sudah. Kemarin (19/3) sore, pasangan Warsit dan Lusiana (Wali) resmi mendaftar ke KPUK setempat sebagai bacabup-bacawabup.

Pasangan ini maju ikut pilkada 3 Juni nanti setelah mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Kedatangan Wali ke KPUK diantar Ketua DPC PDIP Blora Colber Mangara Tua dan Sekretaris DPC Rusdianto. Selain itu, ratusan santri juga para kiai ikut mengantar.

Dengan majunya Wali berarti sudah ada tiga pasangan yang siap meramaikan pesta demokrasi pilkada mendatang. Sebelumnya, pasangan Yudhi Sancoyo-Hestu Bagyo (Yes) yang diusung Golkar dan Djoko N-Abu Nafi (Kolbu) yang dijagokan Demokrat, PKB, PPP, Hanura, PPIB, PAN, dan PDP juga mendaftar.

Bakal majunya Wali sempat disimpan rapat pengurus DPC PDIP. Ketua DPC PDIP Blora Colbert Mangara Tua sebelumnya hanya mengambil formulir pendaftaran di KPUK. Namun, dia tidak menyebut siapa yang bakal dicalonkan. ''Untuk calon masih rahasia,'' katanya kemarin siang.

Namun, Warsit saat dihubungi sebelum mendaftar mengaku dirinya yang mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Dia akan berpasangan dengan Lusiana, salah satu nama yang juga diusulkan DPC ke DPP PDIP untuk mendapat rekomendasi.

Pada pukul 16.45, Warsit yang mengenakan safari abu-abu didampingi Lusiana yang berbusana muslim. Keduanya berjalan di antara ratusan pendukungnya yang terus mengumandangkan salawat selama perjalanan. ''Ya hari ini kami resmi mendaftar,'' ujar Warsit.

Warsit adalah mantan ketua DPRD dua periode yang pernah menjabat sebagai ketua DPC PDIP Blora. Jabatan terakhir Warsit di PDIP akan ketua PAC Kradenan. Sedangkan Lusiana adalah wanita kelahiran Surakarta yang masih mempunyai darah ningrat. Dia pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari PDIP melalui dapil Blora. Namun, Lusiana gagal melaju ke Senayan.

Tak hanya sejumlah anggota fraksi PDIP dan orang-orang dekat pasangan ini yang ikut mendampingi. Sejumlah kiai juga ikut berjalan kaki. Di antara barisan pendukung itu ada nama Sekretaris DPC PKB Mustain dan Solikin, koordinator 12 PAC PKB yang tidak mendukung calon dari PKB.

Solikin mengatakan, 12 dari 16 PAC PKB tetap mendukung calon dari PDIP. ''Sejak awal kami sudah komitmen untuk mendukung calon dari PDIP siapa pun. Kalau sekarang calonnya Pak Warsit ya kami mendukung Pak Warsit,'' katanya.

Seperti diberitakan, 12 PAC PKB yang menyatakan mendukung calon dari partai lain berasal dari Kradenan, Jati, Todanan, Japah, dan Jepon. Serta PAC Tunjungan, Kunduran, Kedungtuban, Sambong, Blora, Ngawen, dan Jiken.

Solikin yang juga ketua PAC PKB Kradenan itu mengatakan, 12 PAC tersebut menginginkan PKB koalisi dengan PDIP. Karena itu, PAC-PAC tersebut kurang sreg saat PKB memutuskan koalisi dengan PPP dan partai lain. ''Ini sudah komitmen kami,'' imbuhnya.

Sementara itu, sebelum Wali mendaftar, KPUK Blora sempat kedatangan seseorang yang mengaku akan mendaftarkan diri menjadi bacabup dan telah menjalin komunikasi dengan PDIP. Dia mengaku bernama Toenggoel Yoedhoyono, warga asli Kecamatan Cepu yang menjadi pengusaha di Jakarta. Pria berusia 61 tahun itu mengaku sebagai putra Soekirno, mantan bupati Blora pada era 1960-an.

''Bahkan, saya sudah dipanggil Ketua DPD PDIP Jateng Murdoko bersama Bu Sri Yuliani. Saya sendiri tidak menyangka,'' katanya saat ditemui di kantor KPUK.

Meski demikian, dia sampai kemarin belum tahu apakah dia akan menerima rekomendasi dari DPP PDIP atau tidak. Dia juga berharap segera ada jawaban. Sebab, Toenggoel mengaku sudah menyiapkan skenario lain andai rekomendasi dari DPP PDIP tidak jatuh ke tangannya.

Menurut dia, kedatangannya ke KPUK untuk meminta keterangan persyaratan apa saja yang harus dipenuhinya. ''Untuk konsultasi apa saja syaratnya. Yang jelas saya berniat untuk nyalon,'' ujarnya.

Jika tidak bisa lewat jalur PDIP, maka Toenggoel mengaku sudah mengumpulkan partai politik nonparlemen untuk mengusung dirinya. Karena itu, dia sempat menanyakan berapa jumlah dukungan yang memungkinkan untuk maju pilkada kepada KPUK.

Ketua Pokja Pencalonan KPUK Blora Achmad Zakki mengatakan, kalau Toenggoel mengambil formulir dan konsultasi dengan dirinya terkait syarat pencalonan. Zakki mengatakan, untuk bisa mencalonkan minimal harus memenuhi 15 persen suara dari total jumlah suara sah pada pemilu legislatif lalu. ''Ya sekitar 68.281 suara,'' tuturnya. (ono/yan)

 
[ Sabtu, 20 Maret 2010 ]
Anak Mantan Bupati Datangi KPUK Blora
BLORA - Pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Blora di KPUK berakhir tadi malam pukul 24.00. Hingga kemarin (19/3) sore, KPUK baru menerima dua pendaftar.

Keduanya, pasangan Yudhi Sancoyo-Hestu Bagyo (Yes) yang diusung Golkar dan Djoko N-Abu Nafi (Kolbu) yang dijagokan Demokrat, PKB, PPP, Hanura, PPIB, PAN, dan PDP.

Sementara PDIP sebagai pemilik kursi terbanyak kedua di gedung DPRD setempat, belum mendaftarkan calonnya. Ketua DPC PDIP Blora Colbert Mangara Tua hanya mengambil formulir pendaftaran di KPUK. Namun, dia tidak menyebut siapa yang bakal dicalonkan. ''Untuk calon masih rahasia,'' katanya kemarin.

Rumor yang beredar, Colbert yang baru terpilih sebagai ketua DPC, bakal maju sebagai bacawabup. Dia akan berpasangan dengan Sri Yuliani. Namun, Warsit kemarin juga mengaku akan mendaftar ke KPUK. Mantan ketua DPRD Blora dua periode itu mengatakan bahwa dialah yang mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Dia akan berpasangan dengan Lusiana, salah satu nama yang juga diusulkan DPC ke DPP PDIP untuk mendapat rekomendasi. Sampai berita ini ditulis kemarin sore, tanda-tanda pasangan ini datang ke KPUK belum terlihat.

''Kami memang menerima kabar seperti itu. Namun, sebelum ada bukti ada yang mendaftar ke sini, kami nyatakan kalau baru dua pasangan yang mendaftar,'' ujar Ketua KPUK Blora Moesafa.

Di tengah rumor banyaknya nama calon PDIP, kemarin KPUK Blora justru kedatangan seseorang yang mengaku akan mendaftarkan diri menjadi bacabup dan telah menjalin komunikasi dengan partai bermoncong putih tersebut. Dia mengaku bernama Toenggoel Yoedhoyono, warga asli Kecamatan Cepu yang menjadi pengusaha di Jakarta. Pria berusia 61 tahun itu mengaku sebagai putra Soekirno, mantan bupati Blora pada era 1960-an.

''Bahkan, saya sudah dipanggil Ketua DPD PDIP Jateng Murdoko bersama Bu Sri Yuliani. Saya sendiri tidak menyangka,'' katanya saat ditemui di kantor KPUK.

Meski demikian, dia sampai kemarin belum tahu apakah dia akan menerima rekomendasi dari DPP PDIP atau tidak. Dia juga berharap segera ada jawaban. Sebab, Toenggoel mengaku sudah menyiapkan skenario lain andai rekomendasi dari DPP PDIP tidak jatuh ke tangannya.

Menurut dia, kedatangannya ke KPUK untuk meminta keterangan persyaratan apa saja yang harus dipenuhinya. ''Untuk konsultasi apa saja syaratnya. Yang jelas saya berniat untuk nyalon,'' ujarnya.

Jika tidak bisa lewat jalur PDIP, maka Toenggoel sudah mengumpulkan partai politik nonparlemen untuk mengusung dirinya. Karena itu, dia sempat menanyakan berapa jumlah dukungan yang memungkinkan untuk maju pilkada kepada KPUK.

Ketua Pokja Pencalonan KPUK Blora Achmad Zakki mengatakan, kalau Toenggoel mengambil formulir dan konsultasi dengan dirinya terkait syarat pencalonan. Zakki mengatakan, untuk bisa mencalonkan minimal harus memenuhi 15 persen suara dari total jumlah suara sah pada pemilu legislatif lalu. ''Ya sekitar 68.281 suara,'' tuturnya.

Sementara itu, sejumlah partai politik yang belum memberikan dukungan pada calon yang sudah mendaftar, masih menunggu kepastian dari PDIP. PKS misalnya. Partai pemilik tiga kursi di DPRD ini mengatakan menunggu rekomendasi dari PDIP. ''Untuk sementara kami wait and see,'' ujar Seno Margo Utomo, humas DPD PKS Blora. (ono/yan)